6 Fakta Seputar Kartini Sang Pahlawan Emansipasi Perempuan Indonesia | KataSaya

6 Fakta Seputar Kartini Sang Pahlawan Emansipasi Perempuan Indonesia

SILAHKAN BACA JUGA
loading...
http://www.katasaya.net/2016/04/6-fakta-seputar-kartini-sang-pahlawan.html

Sahabat Saya sekalian, sekitar 137 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 21 April 1879 seorang tokoh Pahlawan Nasional yang memperjuangkan hak-hak kaum perempuan lahir di Jepara, yah beliau adalah Raden Ajeng Kartini. Tanggal 21 April sendiri hingga saat ini diperingati sebagai Hari Kartini, hal tersebut dilakukan guna mengenang jasa-jasanya bagi bangsa Indonesia.

Ayahnya bernama R.M. Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai Bupati di Jepara, sementara Ibunya bernama M.A. Ngasirah, beliau ini merupakan anak seorang guru agama di Telukawur, Kota Jepara. Karena Kartini lahir di tengah-tengah keluarga bangsawan oleh sebab itu ia memperoleh gelar Raden Ajeng atau di singkat R.A.

Semasa kecil Raden Ajeng Kartini oleh ayahnya disekolahkan di ELS atau Europese Lagere School, di sekolah inilah belau belajar bahasa Belanda, beliau bersekolah hingga usia 12 tahun.

Selain fakta-fakta tersebut masih banyak fakta lain mengenai Raden Ajeng Kartini, sang pejuang Emansipasi Wanita di Bumi Indonesia ini, dalam artikel ini kita akan membahas mengenai beberapa fakta menarik seputar R.A Kartini. Berikut ini ulasan mengenai fakta-fakta menarik seputar Raden Ajeng Kartini sang Pejuang Emansipasi :

1. Nama Raden Ajeng Kartini

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa Raden Ajeng merupaka gelar yang diberikan kepada putri seorang bangsawan, dan akan berubah menjadi Raden Ayu ketika ia telah menikah. Namun baik gelar Raden Ajeng ataupun Raden Ayu, Kartini tidak menyukai gelar-gelar tersebut setelah mencari tahu apa arti gelar Raden Ayu dan akhirnya menganggap bahwa gelar Raden Ayu atau Raden Ajeng tidak pantas untuk dibanggakan.

2. Menjadi Nama Jalan Di Belanda

Di Indonesia sendiri banyak nama-nama pahlawan yang diabadikan menjadi nama jalan-jalan protokol. Tidak terkecuali nama R.A Kartini. Namun ternyata tidak hanya di Indonesia nama R.A Kartini dijadikan sebagai nama sebuah jalan. Entah apa hubungan Kartini dengan Negara Belanda namun dibeberapa Kota di Belanda nama R.A Kartini menjadi nama jalan protokol seperti di Armsterdam, Utrecth, Veerlo, dan Harleem

3. Bukunya Yang Terkenal

Habis Gelap Terbitlah Terang merupakan sebuah buku hasil karya R.A Kartini, yang sangat fenomenal tersebut merupakan buku yang berisi kumpulan surat-surat R.A Kartini untuk sahabat-sahabatnya di Belanda, buku tersebut disusun oleh J.H. Abendanon, Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda yang juga merupakan salah satu sahabat pena R.A Kartini.

Awalnya buku ini diterbitkan di Belanda pada tahun 1911 dengan judul Door DuisternisTot Licht yang berarti Dari Kegelapan Menuju Cahaya. Barulah pada tahun 1922 buku yang berisi kumpulan surat-surat R.A Kartini tersebut diterjemahkan dalam bahasa Melayu, dan tahun 1938 buku ini juga diterjemahkan dalam bahasa Sunda serta Jawa.

4. Museum R.A Kartini

Pada tanggal 30 Maret 1975 dibangunlah sebuah museum yang berisi barang-barang peninggalan R.A Kartini serta sejumlah warisan budaya di daerah Jepara, museum tersebut dibangun di Desa Panggang, Jepara, Jawa Tengah.

5. Wafat Setelah Melahirkan

R.A Kartini Meninggal dalam usia yang cukup muda yaitu pada usia 25 tahun, beliau meninggal pada tahun 1904 setelah melahirkan putranya yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat.

6. Hari Kartini

Pada tanggal 2 Mei 1964, Presiden Sukarno mengeluarkan Kepres RI No. 198 Tahun 1964 yang menetapkan bahwa Raden Ajeng Kartini adalah Pahlawan kemerdekaan Nasional. Tidak hanya itu, hari lahirnya dijadikan hari nasional yang dikenal sebagai Hari Kartini.

Nah, sahabat Saya sekalian itulah 6 fakta seputar Raden Ajeng Kartini sang Pejuang Emansipasi Perempuan Indonesia, semoga informasi tersebut bermanfaat serta dapat menambah wawasan kamu sekalian.
loading...

Subscribe to receive free email updates: