7 Gelar Liga Champions Eropa Yang Pernah Direngkuh AC Milan | KataSaya

7 Gelar Liga Champions Eropa Yang Pernah Direngkuh AC Milan

SILAHKAN BACA JUGA
loading...
http://www.katasaya.net/2016/04/7-gelar-liga-champions-eropa-yang.html

AC Milan, klub berjuluk Il Rossoneri yang berasal dari negara Italia ini merupakan klub serie A yang mengkoleksi gelar Liga Champions terbanyak. Kompetisi tersebut pertama kali digelar pada musim 1955/1956 dan memunculkan nama klub Real Madrid sebagai juaranya. Tahun-tahun awal penyelenggaraan Liga Champions, Real Madridlah yang perkasa menguasai kompetisi kasta tertinggi di benua biru tersebut dengan menjadi juara sebanyak 5 musim secara berturut-turut dari periode musim 1955/1956 hingga musim 1959/1960. 

Setelah itu gelar juara Liga Champions berhasil dicuri oleh klub asal Portugal yaitu Benfica selama 2 musim berturut-turut yaitu pada musim 1960/1961 hingga musim 1961/1962. Barulah setelah itu, tepatnya pada musim 1962/1963 nama AC Milan muncul sebagai juara kompetisi kasta tertinggi di benua biru tersebut.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, selama penyelenggaraan Liga Champions hingga tahun 2016 ini AC Milan merupakan klub Serie A tersukses di Liga tersebut dengan mengkoleksi 7 gelar Liga Champions. Gelar pertama AC Milan pada kompetisi tersebut yaitu pada musim 1962/1963. Pada saat itu AC Milan berhasil menggulung Benfica dengan skor 2-1 dimana pertandingan berlangsung di stadion Wembley, Inggris. 

Dalam kesempatan kali ini kita akan mengulas menganai 7 gelar Liga Champios yang berhasil direngkuh klub AC Milan, Berikut ini daftarnya :

1. Musim 1962/1963

http://www.katasaya.net/2016/04/7-gelar-liga-champions-eropa-yang.html

Ini merupakan musim pertama AC Milan meraih gelar Liga Champions. Di musim tersebut AC Milan berhasil mengungguli Benfica dengan skor akhir 2-1, pertandingan final tersebut diselenggarakan di stadion Wembely, Inggris. Adapun pemain AC Milan yang ikut menyumbangkan gol dalam pertandingan tersebut ialah Jose Altafini. Penyerang AC Milan tersebut berhasil mencetak 2 gol kemenangan AC Milan atas Benfica pada menit 58 dan menit 66.

Skuad AC Milan pada musim 1962/1963 :

Ghezzi, David, Trebbi, Benitez, C. Maldini, Trapattoni, Pivatelli, Sani, Altafini, Rivera, Mora.

Pelatih : Nereo Rocco

Skuad Benfica pada musim 1962/1963 :

Costa Pereira, Cavem, Cruz, Humberto, Raul, Coluna, José Augusto, Santana, Torren, Eusebio, Simoes.

Pelatih : Riera

2. Musim 1968/1969

http://www.katasaya.net/2016/04/7-gelar-liga-champions-eropa-yang.html

Pada musim 1968/1969 AC Milan berhasil menjadi juara Liga Champions setelah berhasil menundukan raksasa Belanda yaitu Ajax Amsterdam dengan skor telak 4-1. Final tersebut diselenggarakan di stadion Santiago Bernabeu, Madrid. Pahlawan kemenangan AC Milan adalah Prati yang berhasil mencetak hatrick pada pertandingan tersebut, yaitu pada menit ke 7, 40 dan menit 75. Satu gol lainnya dicetak oleh Sormani pada menit ke 66. Ini merupakan gelar kedua liga champions dari klub AC Milan.

Skuad AC Milan pada musim 1968/1969 :

Cudicini, Anquilletti, Schnellinger, Rosato, Malatrasi, Trapattoni, Hamrin, Lodetti, Sormani, Rivera, Prati.

Pelatih : Nereo Rocco

Skuad Ajax pada musim 1968/1969 :

Bals, Suurbier yang digantikan oleh Muller pada menit ke-46, Van Duivenbode, Hulshoff, Vasovic, Groot yang digantikan oleh Nuningal pada menit ke-46, Pronk, Swart, Danielsson, Crujiff, Keizer.

Pelatih : Michels

3. Musim 1988/1989

http://www.katasaya.net/2016/04/7-gelar-liga-champions-eropa-yang.html

Pada akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an, AC Milan benar-benar menunjukan kekuasaannya dengan kembali menjadi penguasa benua biru. Inilah skuad terbaik AC Milan saat itu yang terkenal dengan sebutan the dream team. 

Trio Belanda mengisi skuad AC Milan saat itu dan merebut gelar liga champions untuk yang ke-3 kalinya. Mereka adalah Van Basten, Ruud Gullit dan Frank Rijkaard. Di final tersebut mereka berhasil mengandaskan perlawan klub asal Rumania Steaua Bucharest dengan skor telak 4-0. Pertandingan itu sendiri dilangsungkan di Stadion Camp nou yang merupakan markas bagi raksasa Spanyol, FC Barcelona.

Skuad AC Milan pada musim 1988/1989 :

G. Galli, Tassotti, Maldini, Colombo, Costacurta yang digantikan oleh F. Galli pada menit ke-74, Baresi, Donandoni, Rijkaard, Van Basten, Gullit yang digantikan oleh Virdis pada menit ke-60, Ancelotti.

Pelatih : Arigo Sacchi

Skuad Steua Bucharest pada musim 1988/1989 :

Lung, Petrescu, Ungureanu, Stoica, Bumbescu, Lovan, Lacatus, Minea, Piturca, Hagi, Rotariu yang digantikan oleh Balint pada menit ke-46.

Pelatih : Lordanescu

4. Musim 1989/1990

http://www.katasaya.net/2016/04/7-gelar-liga-champions-eropa-yang.html

Pada musim 1989/1990 AC Milan tidak banyak berubah, Trio Belanda mereka masih jadi Trio yang menakutkan bagi klub-klub Italia dan Eropa lainnya. Pada musim tersebut AC Milan juga menuai kesuksesan yang besar dengan menjadi juara Liga Champions setelah berhasil menundukan Benfica dengan skor tipis 1-0. 

Pahlawan kemengan AC Milan pada saat itu adalah Frank Rijkaard, Rijkaard berhasil mencetak satu-satunya gol kemenangan AC Milan pada menit ke-68. Gelaran final Liga Champions musim 1989/1990  tersebut diadakan di stadion Prater, Wina pada tanggal 23 Mei 1990. Gelar tersebut merupakan gelar Liga Champions ke-4 bagi AC Milan.

Skuad AC Milan pada musim 1989/1990 :

G. Galli, Tassotti, Maldini, Colombo yang digantikan oleh F. Galli pada menit ke-89, Costacurta, Baresi, Ancelotti yang digantikan oleh Massaro pada menit ke-73, Rijkaard, Van Basten, Gullit,

Pelatih : Sacchi

Skuad Benfica pada musim 1989/1990 :

Silvino, José Carlos, Samuel, Thern, Aldair, Ricardo Gomes, Vitor Paneira yang digantikan oleh Vata pada menit ke-78, Hernani, Pacheco yang digantikan oleh Cesar Brito pada menit ke-59, Valdo, Magnusson.

Pelatih : Eriksson

5. Musim 1993/1994

http://www.katasaya.net/2016/04/7-gelar-liga-champions-eropa-yang.html

Musim 1993/1994 AC Milan berhasil menumbangkan perlawanan raksasa Spanyol yaitu FC Barcelona di final Liga Champions. Raksasa Spanyol tersebut cukup diunggulkan untuk menjadi juara Eropa musim 1993/1994 tersebut. Namun tidak disangka-sangka, justru AC Milan yang berhasil membalikkan prediksi tersebut dengan merengkuh gelar juara Liga Champions. AC Milan berhasil menghancurkan FC Barcelona pada saat itu dengan skor yang cukup telak yaitu 4-0. 

Daniel Massaro berhasil memborong 2 gol bagi Milan, dia berhasil mencetak gol pada menit 22 dan menit 45. Kemudian Savicevic melebarkan slisih angka menjadi 3-0 untuk AC Milan pada menit 58. Dan satu menit kemudian, AC Milan kembali berhasil menambah pundi-pundi golnya memalui Marcel Desailly sekaligus menjadi gol pamungkas pada partai final tersebut. Dengan kemenang tersebut maka AC Milan berhasil membukukan gelar ke-5 Liga Championsnya. 

Skuad AC Milan pada musim 1993/1994 :

S. Rossi, Tassotti, Panucci, Albertini, F. Galli, Maldini yang digantikan oleh Nava pada menit ke-83, Donadoni, Desailly, Boban, Savicevic, Massaro,

Pelatih : Capello

Skuad Barcelona pada musim 1993/1994 :

Zubizarreta, Ferrer, Guardiola, Vaquero, Nadal, R. Koeman, Sergi yang digantikan oleh Estebaranz pada menit ke-72, Amor, Romario, Stoichkov, Beguiristain yang digantikan oleh Eusebio pada menit ke-52.

Pelatih : Crujiff

6. Musim 2002/2003

http://www.katasaya.net/2016/04/7-gelar-liga-champions-eropa-yang.html

Pada saat musim 2002/2003 AC Milan kembali berhasil menambah koleksi gelar juara Liga Championsnya menjadi 6. Setelah era dream team tahun 1990-an sudah berakhir, cukup lama bagi AC Milan untuk kembali mengangkat trofi Liga Champions. Pada awal tahun 2000-an tepatnya pada musim 2002/2003 AC Milan akhirnya kembali berhasil merengkuh juara setelah terjadi All Italian club final. 

Pada saat itu lawan AC Milan di final adalah Juventus, kedua klub sama-sama berambisi untuk memuncaki Liga kasta tertinggi di Eropa. Pertandingan itu sendiri berlangsung di stadion Old Trafford, Inggris yang merupakan markas bagi Setan Merah Manchaster United. 

Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 0-0, sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan adu penalti. Pada saat adu penalti tersebut, keberuntungan pun berpihak pada klub AC Milan, skor akhir setelah adu penalti pun berkesudahan dengan 3-2 untuk kemenangan AC Milan.

Skuad AC Milan pada musim 2002/2003 :

Dida, Costacurta yang digantikan oleh Roque Junior pada menit ke-65, Nesta, Maldini, Kaladze, Gattuso, Pirlo yang digantikan oleh Serginho pada menit ke-71, Seedorf, Rui Costa yang digantikan oleh Ambrosini pada menit ke-87, Shevchenko, Inzaghi.

Pelatih : Ancelotti

Skuad Juventus pada musim 2002/2003 :

Buffon, Thuram, Tudor yang digantikan oleh Birindelli pada menit ke-42, Ferrara, Montero, Camoranesi yang digantikan oleh Conte pada menit ke-46, Tacchinardi, Zambrotta, Davids yang digantikan oleh Zalayeta pada menit ke-65, Del piero, Trezeguet.

Pelatih : Lippi

7. Musim 2006/2007

http://www.katasaya.net/2016/04/7-gelar-liga-champions-eropa-yang.html

Inilah musim terakhir AC Milan berhasil menjadi juara Liga Champions sebelum puasa gelar Liga Champions hingga saat ini. Kemengan ini cukup membanggakan karena menjadi ajang balas dendam kepada Liverpool setelah pada musim 2004/2005, AC Milan dikalahkan oleh Liverpool dalam ajang Liga Champions lewat adu penalti setelah sebelumnya skor berakhir dengan imbang 3-3.

Pertandingan final Liga Champions musim 2006/2007 tersebut diselenggarakan di stadion Olimpiade Athena. Pahlawan kemengan AC Milan dilaga final tersebut ialah penyerang AC Milan Fillipo Inzaghi yang mencetak gol pada menit 45 dan 82 dan berkesudahan dengan skor 2-1 untuk AC Milan. Dengan kemengan atas Liverpool tersebut, maka AC Milan berhasil meeraih gelar Liga Champions untuk yang ke-7 kalinya. 

Skuad AC Milan pada musim 2006/2007 :

Dida, Oddo, Nesta, Maldini, Jankulovski yang digantikan oleh Kaladze pada menit ke-79, Gattuso, Pirlo, Ambrosini, Seedorf yang digantikan oleh Favalli pada menit ke-89, Kakà, Inzaghi yang digantikan oleh Gilardino pada menit ke-88.

Pelatih : Ancelotti

Skuad Liverpool pada musim 2006/2007 :

Reina, Finnan yang digantikan oleh Arbeloa pada menit ke-88, Carragher, Agger, Riise, Pennant, X. Alonso, Mascherano yang digantikan oleh Crouch pada menit ke-78, Zenden yang digantikan oleh Kewell pada menit ke-59, Gerrard, Kuyt.

Pelatih : Benitez
Itulah 7 gelar Liga Champios yang berhasil direngkuh klub AC Milan, semoga klub AC Milan dapat menemukan kembali ritme permainannya sehingga dapat mengulang kesuksesannya baik di kompetisi Serie A maupun Liga Champions Eropa. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan dapat menambah wawasan kamu sekalian.
loading...

Subscribe to receive free email updates: