Enam Hewan Dengan Kemampuan Bertahan Hidup Yang Luar Biasa | KataSaya

Enam Hewan Dengan Kemampuan Bertahan Hidup Yang Luar Biasa

SILAHKAN BACA JUGA
loading...
Sahabat Saya Sekalian | Planet Bumi adalah planet paling nyaman dan memiliki sumber kehidupan untuk semua makhluk hidup yang ada, sehingga Planet ini menjadi tempat yang cocok untuk dihuni. Lautan dan daratan yang ada di permukaan Planet Bumi ini, telah menjadi sebuah tempat tinggal dari berbagai macam makhluk hidup termasuk juga manusia.

Jika manusia hanya bisa bertahan hidup di daratan yang tidak terlalu tinggi dari permukaan laut, berbeda dengan hewan-hewan menakjubkan berikut ini. Dengan bentuk tubuh yang menyeramkan serta kekuatan fisik yang sangat luar biasa hewan-hewan ini bisa bertahan hidup di tempat yang bisa dikatakan sebagai neraka di dunia ini.

Oleh sebab itu pantas apabila hewan-hewan ini dijuluki sebagai hewan paling menakjubkan di dunia dengan kemampuan bertahan hidup yang luar biasa.

Nah sahabat sekalian, untuk itu pada artikel ini kita akan bahas buat kamu sekalian mengenai hewan-hewan yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di tempat ekstrim.

Mereka dapat bertahan hidup di tempat yang bisa di bilang ekstrim karena memiliki kemampuan serta daya tahan tubuh yang begitu luar biasa, sehingga dapat menunjang kehidupannya di tempat yang tidak terbayangkan. Berikut ini ulasannya sahabat :

- Laba-Laba Loncat Himalaya

http://www.katasaya.net/2016/05/enam-hewan-bertahan-hidup-di-tempat-ekstrim-luar-biasa.html

Hewan pertama ialah Laba-laba loncat Himalaya. Yang harus diketahui tentang laba-laba ini adalah bahwa ia merupakan hewan yang hidup di dataran paling tinggi di muka Bumi sahabat. Fakta itu dibuktikan dengan nama latinnya yaitu Euophrys Omnisuperstes, yang memiliki arti 'berdiri di atas segalanya'.

Laba-laba Himalaya diketahui dapat hidup di ketinggian hingga 6,7 kilometer di atas permukaan laut, tepatnya di atas gunung Everest. Terbiasa tinggal di tempat mirip neraka, hewan ini bisa hidup sangat lama tanpa harus makan, dia juga dapat bertahan dari suhu super dingin, hewan ini juga dapat bertahan dari tipisnya udara.

Tetapi yang lebih menakjubkan dari hewan satu ini, bahwa satu-satunya sumber makanan untuk laba-laba ini adalah serangga kecil yang tidak sengaja terbawa angin hingga ke sarangnya, tidak terbayangkan berapa lama ia harus menunggu untuk mendapat makanan.

- Semut Sahara

http://www.katasaya.net/2016/05/enam-hewan-bertahan-hidup-di-tempat-ekstrim-luar-biasa.html

Spesies semut yang tinggal di gurun Sahara ini tercatat sebagai salah satu hewan daratan yang paling bisa bertahan dari panas yang ekstrim. Semut bernama latin Cataglyphis Bicolor ini dapat bertahan hidup pada suhu yang mencapai 70 derajat Celsius.

Bahkan, jika semut spesies lain mungkin akan berhenti mencari makan ketika suhu mencapai 45 derajat Celcius, semut Sahara justru akan berburu makanan ketika suhu sudah mencapai 45 derajat Celcius.

Semut ini juga mempunyai kemampuan spesial, yaitu sensor penghitung langkah atau pedometer. Di lingkungan super panas yang membuat bau jejak yang mereka tinggalkan cepat hilang, semut Sahara dapat menghitung kembali seberapa jauh mereka melangkah untuk dapat kembali ke sarangnya.

- Tardigrade

http://www.katasaya.net/2016/05/enam-hewan-bertahan-hidup-di-tempat-ekstrim-luar-biasa.html

Apabila ditanya hewan apa yang dapat selamat dari perang Nuklir, jawaban para ilmuwan pastilah hewan Tardigrade. Alasannya sudah jelas, karena hewan sepanjang 1 milimeter ini nyaris bisa bertahan dari berbagai kekejaman alam. Tardigrade diketahui dapat hidup pada suhu paling dingin, yaitu mencapai -273,15 derajat Celsius, sampai suhu super panas, yaitu mencapai 150 derajat Celsius.

Belum cukup? Tardigrade juga bisa hidup dengan tekanan udara mencapai 1200 kali lebih kuat, yang mana tekanan udara tersebut sudah pasti bisa membunuh manusia dalam sekejap.

Hewan ini pun dapat hidup 10 tahun tanpa air dan juga dapat bertahan dari radiasi sekitar 1000 kali lebih kuat dari tingkat aman untuk manusia. Pada tahun 2007 lalu, ilmuwan juga sempat mengirim Tardigrade ke luar angkasa. Hasilnya? Sebagian besar Tardigrade bisa kembali ke Bumi, sehat dan bugar.

- Kumbang Pipih Merah

http://www.katasaya.net/2016/05/enam-hewan-bertahan-hidup-di-tempat-ekstrim-luar-biasa.html

Kumbang ini banyak ditemukan di kawasan Amerika hingga Kutub Utara. Akibat tinggal di daerah yang ekstrim, kumbang dengan nama latin Cucujus Clavipes Puniceus ini mampu bertahan dari suhu yang sangat dingin, ia dapat bertahan pada suhu mencapai -58 derajat Celcius.

Yang jauh lebih mengesankan, larva dari kumbang ini bisa tetap hidup di suhu -150 derajat Celcius. Untuk melakukannya, kumbang yang hidup di kulit kayu ini memiliki protein antibeku yang dapat mencegah darahnya berubah jadi kristal es.

- Cacing Pompeii

http://www.katasaya.net/2016/05/enam-hewan-bertahan-hidup-di-tempat-ekstrim-luar-biasa.html

Jika semut Sahara adalah penguasa dalam segi suhu panas di permukaan atau daratan, maka cacing Pompeii yang memiliki nama latin Alvinella Pompejana adalah penguasa dalam segi suhu panas di dalam lautan.

Cacing yang hidup di dasar laut Pompeii yaitu sebuah gunung vulkanik yang berada di Italia ini, dikenal sebagai hewan bersel banyak yang paling bisa bertahan pada suhu yang sangat panas. Bahkan cacing ini bisa berenang santai di air mendidih yang memiliki suhu di atas 80 derajat Celsius!.

Berdasarkan penelitian, kemampuan bertahan dari panas yang dimiliki cacing Pompeii berasal dari bakteri yang belum diketahui, bakteri itu menutupi seluruh tubuh cacing Pompeii seperti baju zirah. Bakteri ini juga melindungi cacing Pompeii dari zat logam panas yang dikeluarkan gunung berapi bawah air.

- Cacing Setan

http://www.katasaya.net/2016/05/enam-hewan-bertahan-hidup-di-tempat-ekstrim-luar-biasa.html

Dari namanya saja, sudah bisa diprediksikan bila hewan yang satu ini sulit untuk dimusnahkan. Layaknya setan yang sering disebut tinggal di perut bumi, cacing setan yang memiliki nama latin Halicephalobus Mephisto juga merupakan hewan yang tinggal di bagian Bumi paling dalam.

Bahkan, sampai saat ini, tidak diketahui hewan lain yang bisa tinggal lebih dalam di bawah tanah dari pada cacing setan ini. Cacing dengan panjang setengah milimeter ini baru ditemukan pada tahun 2011 silam. Letak penemuannya juga ekstrim, sekitar 3,6 kilometer di bawah tanah pada sebuah tambang emas di Afrika Selatan.

Menurut penelitian, cacing  Mephisto sudah berada di tempat itu sejak 3000 hingga 12.000 tahun lalu. Tinggal di tempat ekstrim, cacing ini telah berevolusi dan mampu bertahan dari tekanan batuan yang sangat kuat, dan dapat hidup tanpa oksigen sekalipun.

Itulah sahabat sekalian ulasan mengenai enam hewan menakjubkan yang memiliki daya tahan tubuh sangat luar biasa, sehingga mereka dapat hidup di wilayah-wilayah yang sangat ekstrim. Hewan-hewan tersebut dapat mengingatkan kita tentang kebesaran Sang Pencipta Alam Semesta, bahwa makhluk seperti apapun itu yang bahkan tidak terbayangkan sebelumnya dapat dengan mudah Tuhan ciptakan. Semoga informasi tersebut bermanfaat serta dapat menambah wawasan kamu sekalian.
loading...

Subscribe to receive free email updates: